Minggu, 22 September 2013

Pelatihan Kewirausahaan

PROPOSAL  PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN
LATAR BELAKANG
            Pada saat ini Indonesia memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 0,629, dengan angka ini Indonesia menempati urutan ke-121 di seluruh dunia untuk nilai IPM. Ini naik tipis dari tahun sebelumnya yang menempati posisi 124. IPM Indonesia masuk kategori menengah. Peringkat Indonesia tersebut setara dengan negara-negara di Karibia dan Afrika Selatan yang memiliki nilai IPM yang sama. Nilai IPM Indonesia lebih rendah jika dibandingkan nilai rata-rata IPM negara di kawasan Asia Timur dan Asia Pasifik yang sebesar 0,683.
Untuk meningkatan IPM diperlukan peningkatan sumber daya manusia, diantaranya ialah sumber daya manusia yang mempunyai kemampuan berwirausaha. Di AS, wirausaha menjalankan sekitar 3-4,5 juta bisnis per tahun. Penelitian di AS menyebutkan isu penting di abad ke-21 adalah kewirausahaan. Hampir 10,5% orang AS aktif terlibat untuk mencoba memulai usaha.
Untuk memajukan perekonomian dan kesejahteraan, Indonesia butuh 4 juta wirausaha terutama yg inovatif. Saat ini baru tersedia sekitar 400.000 atau 0,18%, idealnya 2% dari populasi. Bekerja menjadi wirausaha masih dipandang sebelah mata oleh para pemuda Indonesia, karena pilihan biasanya lebih diarahkan pada Badan Usaha Milik Negara dan pegawai negeri sipil. Untuk itu generasi muda sekarang perlu banyak diberi pelatihan kewirausahaan.
TUJUAN
Tujuan diselenggarakannya pelatihan kewirausahaan ini adalah:
tujuan diadakannya kegiatan pelatihan kewirausahaan ini adalah :
  1. Meningkatkan kemampuan berwirausaha bagi para generasi muda.
  2. Menciptakan sumber daya manusia yang berkualiatas, kreatif sebagai bekal dalam
berwirausaha.
  1. Membangun jejaring bisnis dan mencetak  wirausaha pemula.
4. Mengembangkan
KEGIATAN
PESERTA  PELATIHAN
Peserta kegiatan ini adalah generasi muda perwakilan dari Kecamatan  dengan jumlah per angkatan
 maksimum 40 orang.

PELAKSANA PELATIHAN
Narasumber pelatihan ini berasal dari Lembaga Pendidikan, Pelatihan, dan Konsultansi Bidang Kesehatan, Manajemen, dan Pengembangan SDM CV Cita Mulia Mandiri Yogyakarta yang beralamat di Perum. Purwomartani Baru Blok I/1 Purwomartani Kalasan Sleman Yogyakarta Telp. (0274) 4395482 HP: 0812158 6334   E-mail: koesbary@yahoo.co.id
Narasumber:
1.      Andriya Risdwiyanto, SE., M.Si. (Dosen Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta)
2.      dr. H. Kusbaryanto, M.Kes (Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)

SIFAT PELATIHAN
Pelatihan ini bersifat inhause training

PELAKSANA TEKNIS
Pelaksana teknis, akomodasi , konsumsi dll dilaksanakan oleh dinas terkait
BIAYA PELAKSANAAN
Biaya untuk nara sumber untuk satu paket pelatihan sebesar Rp.12.500.000,- di luar akomodasi dan transportasi
METODE PEMBELAJARAN
Metode pembelajaran dalam pelatihan ini adalah:
1.      Ceramah dan Tanya jawab
2.      Diskusi kelompok
3.      Penugasan

KURIKULUM PELATIHAN
Hari I
08.00 – 08.30        Pembukaan
08.30 – 10.15        Konsep dasar kewirausahaan I
10.15 – 10.30        Coffe break
10.30 – 12.00        Konsep dasar kewirausahaan II
12.00 – 13.00        Istarahat, sholat dan makan
13.00 -  15.00        Mindset wirausaha
15.00 -  15.15        Evaluasi hari pertama
Hari II
08.00 – 10.00        Mindset wirausaha II
10.00 – 10.15        Coffe break
10.15 – 12.00        Perencanaan bisnis
12.00 – 13.00        Istirahat, sholat dan makan
13.00 – 15.00








Pelatihan Persiapan Pensiun

PROPOSAL WORKSHOP/PELATIHAN
PENINGKATAN KAPASITAS PEGAWAI PRA-PURNA BAKTI(PENSIUN)
6 – 8 Nopember 2013
Latar Belakang
Kondisi fisik manusia untuk bekerja ada batasnya, semakin tua seseorang semakin lemah fisiknya, maka beiringan dengan itu produktivitas kerja juga semakin menurun. Pada waktunya, seseorang akan diminta untuk berhenti bekerja, yang awamnya dikenal dengan istilah pensiun atau purna bakti. Masa pensiun ini dapat menimbulkan masalah karena tidak semua orang siap menghadapinya.
Ketidaksiapan menghadapi masa pensiun ini pada umumnya timbul karena adanya kekhawatiran tidak dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan tertentu. Perubahan yang diakibatkan oleh masa pensiun ini memerlukan penyesuaian diri. Akibat yang paling buruk adalah terjadinya depresi dan bunuh diri. Akibat secara fisiologis ialah bahwa pensiun bisa menyebabkan berbagai penyakit, terutama gastrointestinal, gangguan syaraf, dan berkurangnya kepekaan.
            Karyawan/pegawai yang telah mengabdi puluhan tahun sudah barang tentu perlu diberi perlakuan yang layak sekaligus penghormatan yang baik menjelang masa akhir baktinya di suatu institusi termasuk perusahaan. Pemberian kesempatan untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki masa pensiun, apalagi berupa pelatihan persiapan pensiun merupakan salah satu perlakuan yang sangat layak sekaligus akan menjadi salah satu solusi bagi karyawan  yang akan memasuki  masa pensiun. Secara umum, ada tiga aspek yang perlu dimiliki atau disiapkan oleh para pegawai/karyawan yang akan memasuki masa pensiun, yaitu kesiapan aspek psikologis, kesehatan, dan ekonomi/kewirausahaan.
Tujuan
Tujuan dari kegiatan pembinaan atau pelatihan ini adalah meningkatkan kemampuan dan kapasitas sumberdaya manusia  melalui upaya:
1.       Pembekalan kesiapan mental bagi para karyawan/pegawai yang akan memasuki masa pensiun.
2.       Pembekalan pengetahuan kesehatan dan upaya-upaya pencegahan dari berbagai penyakit yang terutama disebabkan karena menurunnya fungsi organ (penyakit akibat lanjut usia) agar senantiasa bugar dan produktif.
3.       Pembekalan pengetahuan dan ketrampilan berwirausaha.
SAsaran
            Sasaran dari kegiatan pembinaan ini adalah peningkatan kemampuan dan kapasitas sumberdaya manusia  untuk:
1.       Memahami konsep dan pentingnya masa pensiun,
2.       Memahami dampak pensiun terhadap aspek psikologis dan kesehatan,
3.       Mengubah cara pandang (mindset) tentang masa pensiun.
4.       Meningkatkan ketrampilan berwirausaha.

Lingkup MATERI PELATIHAN
              Lingkup materi pelatihan yang akan dilaksanakan meliputi:
1.                      Pengetahuan dasar mengenai aspek psikologi manusia.
2.                      Pengetahuan umum mengenai aspek kesehatan, khususnya kondisi di usia lanjut.
3.                      Pengetahuan mengenai kewirausahaan.
4.                      Ketrampilan berwirausaha dalam menyusun business plan.
PENYELENGGARA
Penyelenggara pelatihan ini adalah CV.Cita Mulia Mandiri. Yang beralamat di Perum.Purwomartani Baru Blok I/1 Kalasan Sleman Yogyakarta, telp 08121586334, email : koesbary@yahoo.co.id

Peserta PELATIHAN
1.      Peserta pelatihan adalah pegawai/karyawan baik negeri maupun swasta yang dalam waktu 5 tahun atau kurang akan menjalani masa pensiun
2.      Siapa saja yang berminat
3.      Jumlah peserta  maksimal 45
PEMATERI
Pemateri pada kegiatan ini adalah:
1.      dr.Kusbaryanto,MKes
a.       Staf pengajar Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
b.      Mahasiswa Pasca Sarjana S 3 Prodi Kedokteran Universitas Airlangga
2.       Drs.Andria Riswiyanto,MSi
a.       Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
b.      Narasumber dalam berbagai pelatihan manajemen dan kewirausahaan
3.      dr.Warih Andan Puspitosari, MSc,SpKJ
a.       Staf pengajarFakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
b.      Mahasiswa Pasca Sarjana S 3 Universitas Gadjah Mada

PELATIHAN YANG PERNAH TERSELENGGARA
1.      Pelatihan Persiapan Pensiun, bulan Juli 2012 di Kabupaten Sintang
2.      Pelatihan Persiapan Pensiun, bulan Juni 2013 di Kabupaten Sintang
3.      Pelatihan Persiapan Pensiun, bulan Agustus 2013 di Kabupaten Kapuas Hulu

BIAYA PELATIHAN
Biaya pelatihan sebesar Rp. 1.750.000,- tiap peserta, tidak termasuk penginapan.
Pendaftaran sebelum tanggal 20 Oktober dikenakan potongan sehingga menjadi  
 Rp. 1.500.000,- tiap peserta 

TEMPAT PELATIHAN
Tempat Pelatihan adalah Wisma Magister Manajemen (MM) UGM Jalan Colombo Yogyakarta (dekat dengan kampus UGM, dekat dengan Ambarukmo Plaza, dekat kampus UNY dan dekat ke Malioboro), telp. 0274.557981
Tarif wisma MM UGM
a.       Standard  :  Rp. 375.000,-
b.      Deluxe     : Rp. 425.000,-
c.       Executive : Rp. 525.000,-

WAKTU PELATIHAN
Waktu pelatihan dari tanggal 6 s/d 8 Nopember 2013

IN HAUSE TRAINING
Pelatihan dengan sisti in hause training dilaksanakan atas permintaan penyelenggara (Pemda/BKD), biaya sebesar Rp. 5.750.000,- untuk pelatihan satu hari dengan peserta kurang dari 40 orang, selebihnya bias dibuat dua kelas, waktu dan tempat menyesuaikan.

KURIKULUM
Pelatihan ini berlangsung 3 hari
Hari I :
08.00 – 08.30  : Pembukaan
08.30 – 10.15  : Kesiapan Psikologis Pra purna bakti     dr.Warih Andan P,MSc,SpKJ
10.15 – 10.30  : Coffe break
10.30 – 12.00  : Kewirausahaan II                                  Drs. Andriya Risdwiyanto,MSi
12.00 – 13.00  : Istirahat, sholat, makan
13.00 – 15.00 : Kewirausahaan II                                  Drs. Andriya  Risdwiyanto,MSi
15.00 – 15.30 : coffe break dan sholat     
15.30 – 17.45 : kunjungan ke rumah makan bebek goreng                                                       P Slamet (Kiat bisnis kuliner bebek goreng) oleh Pengelola
                  
17.45 - ………   : acara pribadi  
 
Hari II :   
08.00 – 10.00 : Sehat dan produktif di usia lansia  I                dr.Kusbaryanto,MKes
10.00 – 10.15 : Coffe break
10.15 – 11.00 :  Sehat dan Produktif di usia lansia                  dr.Kusbaryanto,MKes              
11.00 – 12.00 : 1. Kiat-kiat berbisnis warnet (praktisi)
                         2. Kiat-kiat berbisnis laundry (praktisi)
12.00 – 13.00 : Istirahat, sholat dan makan

 13.00 – 14.00 : 1. Kiat-kiat berbisnis percetakan (praktisi)
                          2. Kiat-kiat berbisnis busana ( praktisi)
14.00 – 17.45  : Kunjungan ke Dagadu dan tempat produksi batik
17.45 - ……    : Acara pribadi

Hari III :
08.0    – 16.30 : Kunjungan ke tempat usaha dan wisata
a.       Keraton Yogyakarta
b.      Peternakan ayam super di Gamping
c.       Peternakan kelinci di Jl Kaliurang
d.      Usaha tanaman hias di Jl Kaliurang
e.       Usaha pembibitan tanaman di Ngaglik
f.       Penggemukan sapi di Turi
g.      Ternak kambing Etawa di Cangkringan
h.      Wisata di Kaliurang
16.30 – 16.45 : Penutupan di  Kaliurang






Sabtu, 21 September 2013

Pelatihan Reformasi Birokrasi Pemda

PROPOSAL PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

PENINGKATAN PROFESIONALISME DAN KINERJA 
BIROKRASI PEMERINTAH DAERAH


LATAR BELAKANG

          Sejak tahun 1999, daerah-daerah di Indonesia dihadapkan pada dua permasalahan mendasar yang berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan di daerah tersebut. Pertama, di bidang politik proses penerapan otonomi daerah mulai diterapkan. Pemberian otonomi daerah merupakan suatu tantangan yang cukup berat bagi pemerintah daerah karena akan berakibat pada perubahan pola pikir dan perilaku pemerintah daerah dan masyarakatnya. Setiap daerah akan dituntut untuk mampu memberdayakan aset produktifnya, termasuk sumber daya manusia, dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut. Kedua, di bidang ekonomi pemerintah daerah dihadapkan pada keharusan untuk merumuskan  berbagai kebijakan kreatif dalam rangka mengantisipasi tuntutan masyarakat yang terus berubah, perkembangan lingkungan yang secara kontinyu terus berubah dan juga persiapan untuk  memasuki pasar bebas. Kedua aspek tersebut saling bertemu pada suatu tujuan  keberhasilan manajemen pemerintah daerah yang mampu bersaing di tingkat global.

           Di lingkungan ASEAN saja terdapat dua kesepakatan penting yang perlu mendapatkan perhatian serius, yaitu AFTA (ASEAN Free Trade Area) dan AIA (ASEAN Investment Area). Kedua kesepakatan tersebut telah dimulai penerapannya sejak tahun 2003 hingga 2020 nanti. Dampak dari kedua kesepakatan tersebut menjadikan kawasan ASEAN sebagai area perdagangan dan pasar bebas, baik bagi barang, jasa, orang, maupun investasi. Keberhasilan suatu daerah mengarungi era pasar bebas sangat ditentukan kemampuan manajerial daerah dalam memanfaatkan seluruh potensi daerah secara optimal demi penciptaan kesejahteraan masyarakat.

           Salah satu upaya pembenahan di bidang organisasi dan manajemen pemerintahan daerah sebagai fasilitator pembangunan daerah adalah perubahan mindset sumber daya manusia pemerintah daerah dari pola pikir melaksanakan (rowing) menuju pola pikir mengarahkan (steering). Hal ini didasarkan pemikiran yang berkembang dalam mewujudkan spirit reinventing government. Spirit tersebut telah muncul sejak tahun 1990an di Amerika Serikat yang ditandai dengan terbitnya buku yang cukup fenomenal yang berjudul Reinventing Government: How the Entrepreneurial Spirit is Transforming the Public Sector karya David Osborne dan Ted Gaebler pada tahun 1993. Buku tersebut mencoba mengajak para karyawan pemerintah daerah (public sector) untuk berpikir seperti kalangan pengusaha (private sector) tanpa menjadikan organisasi pemerintah menjadi organisasi perusahaan. Pola pikir yang digunakan kalangan swasta adalah cara berpikir efisien, efektif, dan profesional dalam setiap aktivitas organisasional. Kalangan karyawan pemerintah daerah secara rutin menangani aktivitas birokrasi pemerintahan sehingga terbiasa berpikir sebagai birokrat. Pola pikir birokrat yang sudah bertahun-tahun melekat dalam setiap langkah pemerintah daerah saat ini dirasakan sudah tidak sesuai lagi dengan era perubahan dan era informasi yang sekarang ini terjadi. 

           Berdasarkan konsep yang dikembangkan Osborne dan Gaebler, birokrasi pemerintah daerah perlu menerapkan pola pikir entrepreneur dalam setiap program kerjanya, yang harus dipelopori oleh pimpinan  unit-unit kerja di pemerintah daerah. Pola pikir wirausaha tersebut akan sangat membantu pemerintah daerah dalam perspektif pengembangan, kerjasama, dan persaingan antardaerah. Perubahan tersebut bukan sekadar perubahan perilaku tetapi perubahan yang lebih mendasar, yaitu perubahan kultur, perubahan cara pandang, atau perubahan mindset. Perubahan bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk dilaksanakan dan bahkan kadang justru sangat menyakitkan. Perubahan ini menjadai hal yang niscaya dalam menyongsong hadirnya Propinsi Kapuas Raya. Untuk mendukung proses perubahan tersebut diperlukan sebuah upaya yang sistematis dan komprehensif demi tercapainya tujuan pemerintah daerah melakukan perubahan mindset sumber daya manusia yang dimilikinya. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pelaksanaan Program Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Profesionalisme dan Kinerja Birokrasi Pemerintah Daerah dalam upaya menciptakan layanan Pemerintah Daerah yang andal dan prima.

TUJUAN

Program Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Profesionalisme Birokrasi Pemerintah Daerah dilakukan dengan beberapa tujuan sebagai berikut:
1. Membuka cakrawala pengetahuan karyawan Pemerintah Daerah terhadap konsep bisnis dan perubahan lingkungan yang terjadi khususnya di lembaga pemerintah daerah.
2. Memberikan pemahaman perlunya perubahan mindset aparat birokrasi dari orientasi melaksanakan (rowing) menjadi mengarahkan (steering).
3. Memberikan ketrampilan analisis bisnis sebagai kemampuan mendasar untuk melakukan berbagai pengambilan keputusan penting untuk menyelesaikan permasalahan di tempat kerja.
4. Mengubah paradigma umum yang berlaku dalam birokrasi pemerintah:
Kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah. 
menjadi
Kalau bisa dipermudah kenapa harus dipersulit.
5. Mengubah pola perilaku aparat pemerintah daerah yang berlandaskan birokrasi menjadi layanan yang mengutamakan kepuasan masyarakat.

PESERTA  PELATIHAN
Pejabat dan Staf Pemerintah Daerah dengan jumlah per angkatan maksimum 40 orang.

SIFAT PELATIHAN
Pelatihan ini berfifat in hause traning, Pemda sebagai penyelenggara bertugas menyediakan peserta dan akomodasi

NARASUMBER

Narasumber pelatihan dari Lembaga Pendidikan, Pelatihan, dan Konsultansi Bidang Kesehatan, Manajemen, dan Pengembangan SDM CV Cita Mulia Mandiri Yogyakarta yang beralamat di Perum. Purwomartani Baru Blok I/1 Purwomartani Kalasan Sleman Yogyakarta Telp. (0274) 4395482 HP: 0812 158 6334   E-mail: koesbary@yahoo.co.id 

Narasumber dalam pelatihan ini adalah : 
1. Andriya Risdwiyanto, SE., M.Si. (Dosen Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta)
2. dr. H. Kusbaryanto, M.Kes. (Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

BIAYA PELATIHAN
Biaya pelatihan ini sebesar  Rp. 19.500.000,- tidak termasuk akomodasi dan transportasi





KURIKULUM

Program Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Profesionalisme dan Kinerja Birokrasi Pemerintah Daerah dilakukan dengan beberapa materi komprehensif yang terintegrasi terdiri atas:

1. Konsep dasar perubahan paradigma birokrasi pemerintah daerah dengan dua materi pokok yaitu:
a. Perubahan Paradigma Birokrasi Pemerintah: materi ini memberikan perspektif perlunya perubahan paradigma birokrasi pemerintah daerah. Kesadaran terhadap kebutuhan entrepreneurial dalam tata pemerintahan diharapkan akan tumbuh dalam proses pembelajaran.
b. Penyederhanaan Birokrasi: materi ini memberikan alternatif pemecahan masalah birokrasi dewasa ini. Permasalahan pokok birokrasi sekarang terletak pada birokrasi itu sendiri sehingga alternatif pemangkasan birokrasi merupakan jalan keluar terbaik untuk mengatasinya.

2. Konsep dasar pengembangan proses dan sistem layanan pemerintah daerah dengan dua materi pokok yaitu:
a. Konvergensi Pemasaran: materi ini memberikan cakrawala baru dalam menjalankan setiap aktivitas pemerintah daerah yang berorientasi pelanggan. Untuk mewujudkan tujuan organisasi tidak hanya sekadar memerlukan strategi dan taktik saja tetapi juga value untuk menjalaninya.
b. Pemasaran Lokasi: materi ini merupakan pengembangan konsep dasar pemasaran yang terfokus pada upaya maupun kemampuan pemerintah daerah dalam upaya memasarkan setiap potensi daerahnya.

3. Konsep strategik pengembangan organisasi pemerintah daerah dengan tiga materi pokok yaitu:
a. Keunggulan Kompetitif: materi ini memberikan pendalaman bersifat strategik dalam proses organisasional dan manajerial pemerintah daerah. Setiap aktivitas yang dilakukan pemerintah daerah seyogyanya didasarkan pada keunggulan kompetitif dibandingkan dengan daerah-daerah lain dalam memasarkan potensi daerah tersebut.
b. Paradigma Globalisasi: materi ini memberikan pemahaman terhadap kondisi yang terjadi saat ini terkait hubungan antarnegara dalam konteks globalisasi.
c. Organisasi kelas dunia: materi ini memberikan solusi terbaik bagi setiap daerah yang ingin berhasil dalam persaingan global dengan mengaplikasikan dan mewujudkan organisasi pemerintah daerah yang mampu memberikan layanan tingkat dunia.


METODE PEMBELAJARAN

Program Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Profesionalisme dan Kinerja Birokrasi Pemerintah Daerah menggunakan beberapa metode pengajaran dalam penyampaian setiap materi. Metode pengajaran tersebut meliputi:

1. Diklat tematik
Penyampaian materi dalam proses pendidikan dan pelatihan ini akan dibagi menjadi beberapa topik tematik. Tujuan penyampaian topik tematik adalah pengetahuan umum dan mendasar tentang topik terkait sebagai bekal konseptual dalam proses pembelajaran berikutnya maupun peningkatan ketrampilan konseptual yang sangat diperlukan dalam melaksanakan setiap pekerjaan pemerintahan. Penyampaian topik tematik ini dilakukan dalam bentuk workshop yang dipandu oleh seorang moderator dan seorang fasilitator/instruktur.

2. Kertas kerja individual (KKI)
Peserta diberikan tugas menyusun KKI dengan proses kerja dan format pengerjaan yang bersifat individual. Dalam KKI tersebut, peserta diminta untuk memilih dan mengangkat topik pembahasan yang terjadi secara riil di tempat kerjanya masing-masing sesuai dengan tupoksi bidang tugasnya. Analisis dan pemecahan masalah dilakukan secara komprehensif berdasarkan semua materi yang telah diperoleh. Peserta ditekankan untuk menghasilkan karya aktual dan mampu memberikan angin perubahan menuju proses kerja yang lebih baik. Waktu yang diberikan untuk menyelesaikan KKI paling lama satu bulan setelah program pendidikan dan pelatihan ini berakhir untuk diserahkan pada tim penilai dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD).


MODEL DIKLAT PENINGKATAN PROFESIONALISME DAN KINERJA
BIROKRASI PEMERINTAH DAERAH